Welcome To My Blog

The Great people Talk About Ideas and Creativity

Semaraknya Praktek Kerja Pengabdian Masyarakat

Foto bersama antara Dosen dan Mahasiswa PKPM 2014 dengan aparat desa dan Kecamatan jatiagung

Penghargaan Indonesian Franchise Awards

Bersama Dengan Team Menerima Penghargaan the Best marketing

Training Emotional Spritual Quation (ESQ)

Mengikuti kegiatan ESQ yang mengharu biru sisi emosi dan spiritual kita di Menara 165 .

Microsoft Office Specialist

Telah Tersertifikasi menjadi Microsoft Office Specialist yang diakui internasional

Sunday, June 26, 2016

MATERI PERKULIAHAN: PEMASARAN JASA



Bisnis jasa dalam beberapa dekade, telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Selain bisnis yang pure jasa (jasa salon, hotel atau maskapai penerbangan, etc), saat ini dapat dikatakan , hampir semua bisnis, memasukkan jasa sebagai pelengkap layanan produknya atau bahkan menjadikannya sebagai sumber diferensiasi yang tidak mudah untuk ditiru oleh para pesaingnya. Oleh karena semakin signifikannya bisnis jasa, maka diperlukan suatu keahlian khusus untuk mengelola produk yang tidak kasat mata ini, agar dapat terhantarkan secara sempurna kepada konsumennya.

Mata Kuliah Pemasaran Jasa ini merupakan adalah mata kuliah yang membahas tentang dinamika bisnis jasa, perilaku konsumen dalam konteks bisnis jasa,  strategi segmentasi dan posisi jasa, bauran pemasarna jasa, manajemen kualitas jasa, pengorganisasian dan implementasi jasa, serta pemasaran jasa di dunia maya (e-business). Harapannya adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini mampu memahamai karakteristik produk jasa, pasar dan perilaku konsumen produk jasa serta menyusun strategi bauran pemasaran jasa, pengelolaan lingkungan, kualitas jasa, kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Berbagai macam materi tentang Pemasaran Jasa tersedia dalam bentuk PPT dibawah ini. semoga berguna bagi rekan-rekan sekalian:



 

Tuesday, October 13, 2015

MATERI PERKULIAHAN: TECHNOPRENUERSHIP


Pada masa ini, teknologi didalam dunia bisnis sudah tidak terpisahkan lagi. hampir semua fungsi-fungsi didalam bisnis dapat menjadi lebih maju dan berlari cepat dengan penggunaan teknologi. Mengikuti trend dunia bisnis, kewirausahaan pun tidak luput dari penggunaan teknologi apabila ingin maju dan meraih pangsa pasar yang lebih besar dan luas. Hal ini memunculkan suatu istilah kewirausahaan baru yang disebut sebagai Technopreneurship (entrepreneur berbasis teknologi). Technopreneurship merupakan proses dan pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya, dengan harapan bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional.

Ada berbagai macam contoh para wirausaha yang sukses menggunakan teknologi untuk dapat mendongkrak kinerja bisnisnya, seperti misalnya dari yang paling sederhana, Reza Nurhilman (Maicih) yang menggunkaan social media (twitter dan facebook) untuk memasarkan produknya, Arief Widhiasa (agate studio) yang bergerak di developer game, Saptuari Sugiarto owner kedai digital dan jogist seorangtechno-socioprenuer yang menggerakkan sedekah rombongan via web dan social media dan ada berbagai macam contoh lainnya.

Materi perkuliahan kali ini membahas tentang Technoprenuership. Berbagai macam materi untuk menjadi Technoprenuership  yang sukses tersedia dalam bentuk PPT. please enjoy n having fun with Technoprenuership

Download PPT:

Saturday, September 26, 2015

Materi Perkuliahan: Studi Kelayakan Bisnis


Studi kelayakan bisnis atau yang biasa disingkat dengan SKB adalah kegiatan terencana yang dilakukan untuk mempelajari secara lebih mendalam mengenai suatu usaha ataupun bisnis yang akan dijalankan, usaha tersebut pada akhirnya akan memberikan kesimpulan mengenai layak atau tidaknya sebuah usaha bisnis tersebut dijalankan. Mengapa studi kelayakan tersebut diperlukan? Hal terpenting adalah untuk kebaikan kelangsungan kehidupan perusahaan di masa yang akan datang, dan agar tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dari terlaksananya sebuah usaha bisnis.

Ada beberapa tujuan kenapa seorang analis manajemen mempelajari studi kelayakan bisnis yaitu:
1. Menghindari kerugian
2. Memudahkan pelaksanaan kerja
3. Memudahkan perencanaan perusahaan
4. Memudahkan dalam hal pengawasan
5. Memudahkan proses pengendalian

Berikut adalah materi-materi perkuliahan Studi Kelayakan Bisnis, bagi anda-anda yang ingin menjadi analis manajemen, lengkap dengan framework yang membantu anda untuk menentukan apakah sebuah bisnis/proyek/usaha layak untuk dijalankan atau tidak

MATERI PERKULIAHAN STUDI KELAYAKAN BISNIS:

1. Ruang Lingkup Studi Kelayakan Bisnis (1)
2. Ruang Lingkup Studi Kelayakan Bisnis (2)
3. Desain & Pelaporan Studi Kelayakan Bisnis (1)
4. Desain & Pelaporan Studi Kelayakan Bisnis (2)
5. Penilaian Investasi (1)
6. Penilaian Investasi (2)
7. Aspek Organisasi (1)
8. Aspek Organisasi (2)
9. Aspek Sumber Daya Manusia (1)
10. Aspek Sumber Daya Manusia (2)
11. Aspek Pemasaran & Pasar (1)
12. Aspek Pemasaran & Pasar (2)
13. Aspek Perilaku Konsumen (1)
14. Aspek Perilaku Konsumen (2)
15. Aspek Manajemen Operasional (1)
16. Aspek Manajemen Operasional (2)
17. Aspek Manajemen Operasional (3)
18. Aspek Manajemen Operasional (4)
19. Aspek Akuntansi (1)
20. Aspek Akuntansi (2)
21. Aspek Keuangan (1)
22. Aspek Keuangan (2)
23. Aspek Keuangan (3)
24. Aspek Keuangan (4)
25. Aspek Hukum (1)
26. Aspek Hukum (2)
27. Aspek Politik Sosial Ekonomi (1)
28. Aspek Politik Sosial EKonomi (2)

Friday, September 11, 2015

Materi Perkuliahan: Manajemen Strategi



Untuk meraih segala cita-cita atau tujuan yang diinginkan oleh suatu organisasi atau perusahaan maka dibutuhkan penerapan manajemen stratejik justru agar apa yang diinginkan bersama di perusahaan dapat kita capai dengan sebaik mungkin. Peran manajemen stratejik ketika diimplementasikan dalam suatu organisasi maka setiap unit atau bagian yang ada dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebaik mungkin. Apalagi melihat perkembangan zaman sekarang ini, dimana setiap organisasi perusahaan telah melakukan ekspansi pasar guna mendapatkan keuntunga yang banyak. Semuanya itu perlu langkah strategis dan taktik yang tepat sehingga proses atau langkah yang diambil oleh pimpinan dapat dijalankan seefektif dan seefisen mungkin.



Berikut adalah materi-materi perkuliahan manajemen strategis yang diolah dari buku Muhamad Suwarsono.

Semoga berguna bagi anda semua dalam rangka memahami dan mengimplementasikan manajemen strategis di perusahaan anda


1. Manajemen Strategik: KOmponen, Madzab dan Evolusi
2. Visi dan atau Misi: Klasik & Kontemporer
3. Analisis Lingkungan Bisnis Makro: Perspektif & Pendekatan
4. Lingkungan Bisnis Makro: Komponen & Rincian Analisis
5. Analisis Lingkungan Industri: Pendekatan Klasik
6. Kekuatan & Kelemahan Perusahaan
7. Membuat Matriks & Analisis SWOT 
8. Membuat Matriks Portofolio Bisnis
9. Matriks Intervensi & Keunggulan Korporat

Friday, August 14, 2015

Mengenal PMW (Program Mahasiswa Wirausaha)


PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) adalah suatu program yang digagas oleh Dikti untuk dikembangkan ke dalam kehidupan kampus guna merangsang jiwa enterpreneurship (kewirausahaan) dalam diri mahasiwa. Program ini dilaksanakan setiap tahun pada hampir seluruh Universitas negeri dan Swasta di Indonesia. Diharapkan dengan adanya program seperti ini, mahasiswa mapu mengembangkan potensi dan ide kreatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sehingga dapat mempunyai pikirin kritis ketika lulus dari perguruan tinggi, yakni bukan saja bagaimana cara untuk mendapat pekerjaan tetapi lebih ke bagaimana cara untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang baru. Hal ini tentunya yang diharapkan oleh pemerintah. Bahwa para generasi penerus bangsa dapat ikut membantu dalam menyelesaikan masalah tentang penyediaan lapangan pekerjaan bagi penduduk Indonesia. 

Untuk Lebih Detil mengenal Program PMW, bagi anda para mahasiswa yang tertarik dapat mendownload materi materi dibawah secara gratis. Dan semoga anda bisa berhasil menjadi mahasiswa pengusaha yang sukses!!

Silahkan klik link dan download materi dibawah ini.


Sumber; DIKTI & Kopertis

PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa)



PKM atau kependekan dari Program Kreatifitas Mahasiswa, merupakan salah satu program dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Ditjen Dikti guna meningkatkan kreatifitas dan kualitas mahasiswa Indonesia. Selain itu melalui program ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara teori yang diperoleh mahasiswa dengan kontribusi nyata mereka dalam penyelesaian permasalahan dan realita masyarakat yang ada. PKM-PKM dari universitas-universitas seluruh Indonesia yang masuk ke Dikti akan disaring untuk kemudian bermuara pada PIMNAS.


Nah Sekarang Apa itu PIMNAS? PIMNAS merupakan singkatan dari Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional. Sesuai namanya, PIMNAS adalah ajang kompetisi berskala nasional dimana para mahasiswa dari seluruh universitas di Indonesia unjuk kemampuan intelektual dan kreativitas dalam bentuk pembuatan PKM.

Apabila anda-anda para mahasiswa tertarik untuk mengetahui tentang PKM dapat mendownload materi-materi tentang PKM dibawah ini.

1. Panduan Penulisan PKM DIKTI (completed)
2. Penjelasan PKM Per Kategori
3. Panduan & Tips Trik Penulisan Proposal PKM

Saturday, December 27, 2014

Menggunakan Fungsi SUBTOTAL (Organisasi Data Dengan Level)


download file praktek disini !

Setelah anda mengurutkan data di worksheet, anda dapat menggunakan fungsi Subtotal untuk membuat data anda disajikan secara bertingkat (berdasarkan Level). Misalnya didalam worksheet terdapat data penjualan untuk tiga kategori produk yang berbeda, anda bisa menyortir produk berdasarkan kategori dengan cara yang lebih mudah. Untuk menggunakan fungsi SubTotal anda bisa mengklik Tab Data  >> Groups Outline >> Subtotal

Gambar 1. Kotak Dialog Subtotal

Pada kotak dialog Subtotal, anda dapat memilih kolom yang menjadi dasar subtotal (seperti misalnya Tahun, Bulan, Semester), Formula Perhitungan yang ingin anda lakukan dan kolom dengan nilai yang akan anda hitung. Setelah Anda menentukan subtotal, data akan muncul di worksheet secara terstruktur.

Gambar 2. Hasil Subtotal

Bila Anda menerapkan subtotal untuk mengolah data pada worksheet, Excel juga mendefinisikan kelompok berdasarkan baris yang digunakan untuk menghitung subtotal. Pengelompokan akan membentuk suatu outline pada worksheet Anda berdasarkan kriteria yang digunakan untuk membuat subtotal. Sebagai contoh, semua baris yang mewakili bulan di tahun 2009 menjadi satu kelompok, baris yang mewakili bulan pada tahun 2010 menjadi satu kelompok dan seterusnya. Daerah garis di sisi kiri lembar kerja Anda memperlihatkan suatu kontrol yang dapat digunakan untuk menyembunyikan atau menampilkan kelompok baris dalam  worksheetAnda.

Tiga jenis kontrol dapat muncul di outline, yaitu: Hide Detail Button, Show Detail Button, dan Level Button. Hide Detail Button di samping kelompok baris dapat diklik untuk menyembunyikan baris dalam kelompok itu. Bila Anda menyembunyikan sekelompok baris, tombol yang ditampilkan di sebelah grup berubah menjadi Show Detail Button. Mengklik Show Detail Button akan  memperlihatkan kembali kelompok baris dalam worksheet.

Gambar 3. Tombol Hide Detail & Show Detail SubTotal

Level Button adalah tombol di wilayah outline worksheet dengan fungsi subtotal. Setiap tombol merupakan tingkat organisasi di dalam Worksheet; mengklik tombol tingkat menyembunyikan semua tingkat detail di bawah tombol yang Anda klik. Tabel berikut menjelaskan data yang terdapat pada setiap tingkat lembar kerja dengan tiga tingkat organisasi data worksheet

Level
Deskripsi
1
Grand Total
2
Subtotal setiap kelompok/groups
3
Baris Individual di dalam Worksheet

Mengklik tombol Level 2 di worksheet akan menyembunyikan baris dengan data, misalnya, pendapatan setiap bulan, tetapi akan meninggalkan baris yang berisi grand total (Level 1) dan semua baris yang berisi subtotal untuk setiap tahun (Level 2) terlihat dalam worksheet.

Gambar 4. Hasil Subtotal dengan Mengklik Tombol Level 2

Jika mau, anda dapat menambahkan tingkat detail untuk outline yang dibuat oleh Excel. Misalnya, anda mungkin ingin menyembunyikan pendapatan bulan Januari dan Februari, dikarenakan kedua bulan ini sebenarnya adalah bulan dengan penjualan yang besar, karenanya tidak perlu dianalisis lagi. Untuk membuat grup garis baru dalam grup yang sudah ada, pilih baris yang ingin anda kelompokkan pada Tab Data >> Groups Outline >> Groups  >> Klik Group.

Gambar 5. Melakukan Grouping pada Subtotal

Anda dapat menghapus grup dengan memilih baris dalam kelompok dan kemudian, pada kelompok Outline, klik Ungroup. Untuk Menghilangkan Subtotal, File Data >> Groups Outline >> Subtotal >> Remove All

Mengurutkan (Sorting) Data Worksheet



Dengan menggunakan Excel anda bisa sangat mudah memasukkan dan mengelola data. Meskipun begitu, apabila data tersebut tidak disortir, tentunya akan sangat merepotkan kita dan belum tentu membantu dalam pengambilan keputusan bisnis. Karena bisa saja data yang kita miliki terdiri dari puluhan ribu data dan tidak semuanya kita butuhkan. Misalnya, anda mungkin ingin menemukan produk layanan apa menghasilkan keuntungan yang paling besar? Dan Produk layanan mana yang memiliki biaya operasional paling tinggi? dan sebagainya. Dengan menggunakan Excel 2010, anda akan mendapatkan jawaban  pertanyanyaan-pertanyaan diatas dengan melakukan Penyortiran /Pengurutan Data (Sorting Data).

Bila anda mengurutkan data dalam worksheet berarti anda akan mengatur ulang baris worksheet berdasarkan isi sel dalam kolom tertentu. Misalnya, anda bisa menyortir worksheet untuk menemukan  layanan yang memberikan pendapatan tertinggi.


Anda dapat mengurutkan sekelompok baris data dalam worksheet dengan beberapa cara, tetapi langkah pertama adalah mengidentifikasi kolom yang menyediakan nilai-nilai baris yang akan disortir. Misalnya kolom Revenue, berisi data baris jumlah Pendapatan perusahaan, anda bisa menemukan total pendapatan tertinggi dengan menyortir pada sel-sel di kolom Pendapatan. Langkah berikutnya adalah letakkan pointer mouse pada kolom revenue, tampilkan Tab Home >> Groups Editing >> Sort & Filter List >> Filter >> Pada Kolom Revenue akan muncul Tanda panah >> Klik Tanda panah pada Kolom >> Klik Sort Largests To Smallest. Dengan mengklik Sort Largest to Smallest akan memerintahkan Excel menempatkan baris dengan nilai pendapatan tertinggi pada kolom Revenue di bagian atas worksheet dan  terus turun ke nilai terendah.

Gambar 1. Proses Sorting Data dengan Largest to Smallest

Perintah Sortir Smallest to Largest dan Sort Largest to Smallest memungkinkan anda untuk mengurutkan baris dalam worksheet dengan cepat, tetapi anda hanya dapat menggunakannya untuk menyortir worksheet berdasarkan isi dari satu kolom. Akan tetapi kadang kala kita ingin mengurutkan data dengan menggunakan data dari dua kolom atau lebih. Misalnya anda ingin melihat pelanggan yang paling sering menggunakan masing-masing kategori layanan. Untuk mengurutkan baris dalam worksheet dengan menggunakan dua kolom atau lebih anda bisa menggunakan  kotak dialog Custom Sort, dimana anda dapat memilih sejumlah kolom untuk digunakan sebagai kriteria pengurutan dan memilih apakah akan mengurutkan baris dalam urutan naik (Ascending) dan Turun (Descending). Cara mengaktifkan Custom Sort adalah sebagai berikut: Tab Home >> Groups Editing >> Sort & Filter >>  Custom Sort

Gambar 2. Kotak Dialog Custom Sort

Jika data anda memiliki header, pilih tanda centang Check Box My data has Headers sehingga judul kolom akan muncul di daftar Sort By. Setelah mengidentifikasi kolom mana yang ingin anda urutkan dan kolom tersebut ada pada daftar Sort By, anda bisa memilih berbagai macam cara untuk melakukan pengurutan  pada box Sort On misalnya urutkan berdasarkan Values (default),  Cell Color, Font Color, atau Cell Icon yang ditampilkan di sel. Akhirnya pada Box Order, anda dapat memilih cara bagaimana Excel akan melakukan pengurutan nilai didalam kolom. Cara-cara pengurutan tergantung pada jenis data yang akan dilakukan pengurutan.

Jika anda ingin Menambah, memindahkan, menyalin, dan menghapus level pengurutan anda tinggal meng-klik tombol add level, delete level, copy level dan Move up & down  yang telah tersedia tersedia di kotak dialog Custom Sort. Pada Excel 2003 dan versi sebelumnya dari, anda hanya bisa menentukan maksimal tiga level penyortiran. Pada Microsoft Excel 2010, anda dapat membuat hingga 64 level penyortiran.

Untuk menghapus Level, klik Level yang ada didalam daftar, dan kemudian klik Delete Level. Mengklik tombol Copy Level memungkinkan anda untuk menyalin semua setting dari satu aturan ke aturan yang lain sehingga menghemat pekerjaan anda jika hanya perlu mengubah satu item. The Move Up dan Move Down, yang diwakili tanda panah atas bawah memungkinkan anda untuk mengubah posisi tingkat penyortiran dalam urutan. Akhirnya, klik tombol Options menampilkan kotak dialog Sort Options, yang dapat anda gunakan untuk membuat kasus tingkat penyortiran case sensitif dan untuk mengubah orientasi pengurutan (top to down atau sebaliknya ).

Setting default untuk Excel adalah untuk mengurutkan nomor sesuai dengan nilai-nilai mereka dan untuk memilah kata-kata dalam urutan abjad. Bahkan secara default excel telah menyediakan pola-pola daftar urutan untuk beberapa kategori, misalnya Hari, Bulan dan Tahun . Akan tetapi tidak semua kategori daftar urutan terdapat di daftar Excel 2010, ataupun apabila kita ingin membuat daftar urutan tertentu yang secara pasti tidak ada didalam daftar Excel 2010, misalnya daftar urutan jadwal petugas piket. Untuk mengatasi masalah tersebut itu Excel 2010 menyediakan fungsi Custom List. Dengan  Custom List kita akan dapat membuat daftar urutan-urutan kategori sekehendak kita dan memasukkannya kedalam  list Excel untuk dipergunakan  lagi.

Untuk membuat daftar urutan baru, ketik daftar nilai yang anda inginkan ke sel yang bersebelahan (bisa menurun atau mendatar) >> seleksi range cel tersebut >> klik tab File >> Options  >> Advanced  >>  General >> Edit Custom List >> Import

Gambar 3. Kotak Dialog Custom List


Melakukan Penjumlahan Pada Data Yang Terfilter



Ada beberapa keterbatasan dalam mengolah data yang difilter dengan menggunakan fungsi seperti SUM dan AVERAGE. Salah satu keterbatasan adalah bahwa setiap formula yang Anda buat yang mencakup fungsi SUM dan AVERAGE tidak mengubah perhitungan mereka jika beberapa baris yang digunakan dalam formula tersembunyi oleh filter. Jadi  tetap saja apabila  kita menjumlah mereka dalam keadaan terfilter fungsi SUM & AVERAGE akan menghitung semua penjumlah baik yang terfilter maupun tidak.


Excel menyediakan dua cara untuk mengolah data untuk sel-sel yang terlihat dalam daftar data yang terfilter. Metode pertama adalah dengan menggunakan AutoCalculate. Untuk menggunakan AutoCalculate, Anda pilih sel yang akan diolah. Bila Anda melakukannya, Excel akan menampilkan rata-rata (AVERAGE) nilai dalam sel, jumlah (SUM) dari nilai dalam sel, dan jumlah sel yang terlihat (COUNT) dalam pemilihan. Anda akan menemukan tampilan pada status bar di tepi bawah jendela Excel.

Gambar 1. Autocalculate

Bila Anda menggunakan AutoCalculate, Anda tidak terbatas untuk menemukan SUM, AVERAGE, dan COUNT dari sel yang telah dipilih. Untuk menampilkan fungsi lain yang dapat Anda gunakan, klik kanan status bar dan pilih fungsi yang Anda inginkan dari menu shortcut. Hasil pilihan dari menu shortcut akan ditampilkan langsung di status bar.

Gambar 2. Menu Shortcut Perhitungan dengan Klik Kanan pada Autocalculate

AutoCalculate merupakan cara yang sangat berguna untuk mencari nilai SUM atau AVERAGE untuk data yang terfilter, akan tetapi itu AutoCalculate tidak membuat hasil perhitungannya tersedia dan tertulis didalam worksheet. Rumus seperti =SUM(C3:C26) selalu mempertimbangkan setiap sel dalam range, terlepas dari apakah Anda menfilternya ataupun tidak. Sehingga untuk memecahkan masalah tersebut anda perlu membuat formula dengan menggunakan Fungsi AGREGAT (yang merupakan fungsi yang baru di Excel 2010) untuk mengolah data terfilter. 

Dengan fungsi AGREGAT, Anda dapat memilih dari lebih luas fungsi dan menggunakan argumen lain untuk menentukan nilai yang diabaikan dalam perhitungan. AGREGAT memiliki dua sintaks yang dapat digunakan mungkin, tergantung pada operasi perhitungan yang ingin Anda pilih. Sintaks pertama =AGGREGATE(function_ num, options, ref1…), sedangkan  Sintaks kedua adalah  =AGGREGATE(function_num, options, array, [k]), digunakan untuk membuat fungsi AGREGAT yang menggunakan LARGE, SMALL, PERCENTILE.INC, QUARTILE.INC, PERCENTILE.EXC, dan QUARTILE.EXC

Tabel berikut menyajikan ringkasan operasi yang tersedia untuk digunakan dalam fungsi AGREGAT


Number
Fungsi
Deskripsi
1
AVERAGE
Untuk Mengetahui nilai rata-rata dari sederetan nilai yang terdapat dalam suatu range
2
COUNT
Untuk mengetahui jumlah sederetan nilai sel yang terdapat dalam range
3
COUNTA
berfungsi untuk menghitung jumlah sel yang tidak kosong dalam sebuah range data
4
MAX
Untuk mengetahui nilai tertinggi dari sederetan nilai yang terdapat dalam suatu range
5
MIN
Untuk mengetahui nilai tertinggi dari sederetan nilai yang terdapat dalam suatu range
6
PRODUCT
Untuk mengetahui nilai hasil perkalian dari sederetan nilai yang terdapat dalam suatu range
7
STDEV.S
Menghitung standar deviasi dari nilai-nilai dalam range data dengan memeriksa sampel dari nilai-nilai
8
STDEV.P
Menghitung standar deviasi dari nilai-nilai dalam range data dengan menggunakan semua nilai
9
SUM
Untuk mengetahui nilai total dari sederetean nilai yang terdapat dalam sutau range

Argumen Kedua, Options, memampukan anda untuk memilih item apa yang sebaiknya diabaikan. Item-item ini termasuk baris yang tersembunyi dan error. Tabel berikut meringkas nilai yang tersedia untuk argument Options dan berimbas pada hasil fungsi perhitungan

Number
Deskripsi
0
Mengabaikan Fungsi SUBTOTAL dan AGREGAT
1
Mengabaikan baris tersembunyi dan Fungsi SUBTOTAL & AGREGAT
2
Mengabaikan error values dan Fungsi SUBTOTAL  & AGREGAT
3
Mengabaikan baris tersembunyi, Error values, dan Fungsi SUBTOTAL & AGREGAT
4
Tidak Mengabaikan
5
Mengabaikan baris tersembunyi
6
Mengabaikan Error Values
7
Mengabaikan Baris tersembunyi dan Error Values


Selamat mencoba..